Like Us Facebook

Sabtu, 12 Agustus 2023

Stuktur Organisasi

 


Direktur Utama    : Debi Setiawan M.Kom

Komisaris               : Rometdo Muzawi M.Kom

Pimpinan Redaksi : Amir Syamsuadi S.IP, M.Si

General Manager   : Diki Arisandi M.Kom

Keuangan                : Etika Melsyah Putri M.Kom

Pra Cetak                 : Stephen Scorpianus

Editor                       : Minul Latif

Cetak                        : Ronal Desimon S.Sos

Devisi Digital          : Indriani

Devisi Marketing   : Boy Surya Hamta A.Md

Gudang dan Pengiriman : Deni Setiadi S.H






Buku Best Seller

 


Lampiran list buku hits dan paling laris terjual : 

Buku dalam proses penerbitan ISBN


Lampiran list buku dalam proses penerbitan ISBN : 


 



New Rilis Buku

Lampiran buku terbaru yang sudah masuk dalam perpustakaan nasional dan siap diedarkan di toko buku terdekat :





 

Jumat, 11 Agustus 2023

Koleksi Buku


List koleksi buku yang terbit di penerbit yayasan rahmatan fiddunya wal akhirah : 
 

Layanan Pendampingan Pembuatan Buku



Dalam dunia akademik, seorang dosen diwajibkan untuk melaksanakan seluruh isi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah satunya kewajiban lektor wajib menerbitkan atau membuat buku setiap tahunnya berdasarkan hasil luaran penelitian. 

Biaya publikasi buku yang relatif terjangkau serta nilai KUM juga tinggi antara 10 sampai 40 poin per judul membuat penerbit yayasan rahmatan fiddunya wal akhirah bekerjasama dengan Asosiasi teknologi informasi open source dan beberapa asosiasi dan ikatan serta insitusi pendidikan akan melakukan proses pendampingan Pembuatan Buku ajar, Monograf dan Book Chapter yang akan dilaksananakan setiap tahunnya, sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan kemampuan dosen dalam menulis buku.

Market Place


Untuk pemasaran, karena yayasan rahmatan fiddunya wal akhirah merupakan penerbit baru, maka kami memusatkan pemasaran terlebih dahulu di Provinsi Riau, selanjutnya Sumbar, dan seterusnya hingga seluruh indonesia.

Paket Penerbitan



Paket Penerbitan Apa saja yang bisa dinikmati oleh anda?

Kami menyediakan beberapa paket penerbitan antara lain yang pertama Paket Pintar, paket berbayar dimana penulis yang mengupload membayar uang sebesar Rp. 600.000,- (Enam ratus ribu rupiah), fasilitas yang kami berikan adalah editing aksara, proofreading, layouting, desain cover, ISBN, nama penerbitan Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah dan anda bisa memasukkan nama penerbit yang ada inginkan dengan sistem penulis penerbit Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal akhirah Kerjasama dengan Penerbit Anda, penulis mendapatkan buku terbitan 2 exp. Kedua, Paket Premium, paket berbayar yang fasilitasnya sama dengan diatas, namun jatah buku untuk penulis sebesar 10 exp, anda hanya membayar 850.000,-. Ketiga, Paket Gold, paket ini ditujukan bagi dosen dan guru yang ingin mempunyai karya dalam bentuk buku, paket ini berbayar sesuai dengan ketentuan yang disepakati sebelum buku rilis.

Berapa lama proses pengerjaan naskah dengan paket berbayar?

  1. Paket Pintar dan Premium kami kerjakan dalam waktu 2 minggu atau 14 hari
  2. Paket Gold lama proses pengerjaan berdasarkan tema dan naskah yang kami terima, tapi kami rata-rata kami bisa kerjakan 30 hari

Tema apa saja yang bisa diterbitkan lewat Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah ?

Semua tema Multidisiplin Ilmu, Teknologi, kesehatan, puisi, sastra, novel, agama, biografi, sosial politik, ekonomi, budaya, seni dan lain sebagainya. Apapun akan kami terbitkan asal tidak mengandung unsur SARA, pornokasi dan pornografi. Kami pun bisa mencetak photobook, buku tahunan, buku kenangan dan lain sebagainya.

Apakah Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah akan mencetak hanya peper book saja atau dengan versi ebook juga?

Kami akan mencetak hanya paperbook saja yang kami pasarkan di website kami. Jika kami ingin membuat versi ebook (buku digital) untuk di jual terlebih dahulu harus mendapatkan izin dari penulis. Jika penulis tidak mengizinkan, kami tidak akan membuat versi digital.

Apakah semua buku akan punya ISBN dan berbarcode?

Semua paket buku yang kami buat sudah termasuk ISBN dan barcode.

Berapa hak didapatkan oleh penulis dari tiap buku terjual?

Sistem yang kami terapkan adalah bagi hasil, karena dengan sistem ini penulis akan lebih untung daripada sistem royalti, bagi hasilnya 65% untuk penulis dan 35% untuk yayasan rahmatan fiddunya wal alkhirah. Perhitungan diatas di hitung dari keuntungan buku, bukan dari harga brutto. Untuk memperjelas liat rumus di bawah ini:

Harga Jual = Harga Produksi + Besaran Yang didapat penulis + besaran yang didapat Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Catatan:

Harga produksi adalah besaran biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi buku real

Spefisikasi

Halaman cetak: 200 hal

Ukuran 13 x 19 cm

Jenis kertas: HVS 70 gram

Jumlah cetak: 1 exp,

Total cetaknya habis Rp. 25.300,-

Catatan: di yayasan rahmatan fiddunya wal akhirah penulislah yang menentukan harga ke konsumen, jadi bisa memilih sendiri berapa keuntungan yang di dapat. Dari gambaran diatas terlihat penulis memberikan harga ke konsumen sebesar Rp. 50.000,- dan memperoleh akumulasi keuntungan jika terjual adalah Rp. 24.700,-. dari hasil keuntungan itu akan dihitung lagi sebagai berikut: Penulis (65%) berarti mendapatkan 16.055 dan yayasan rahmatan fiddunya wal akhirah (35%) berarti mendapatkan 8.645, bagaimana sangat menguntungkan penulis kan.

 

Kapan Royalti akan di bayarkan?

Untuk proses pembayaran akan kami lakukan setiap triwulan atau tiga bulanan terhitung dari buku di upload, laporan akan kami berikan via email serta rekap pada sistem pemfakturan buku terjual. Penulis juga dapat menanyakan langsung ke bagian administrasi melalui alamat email : yysrahmatanfwa@gmail.com

Revisi naskah

Sebelum buku kami upload untuk pilihan paket yg diberikan tadi, kami berikan waktu 3 hari pasca anda mengupload naskah anda. Jika dalam waktu 3 hari tidak ada revisi, maka naskah akan kami upload. Terus bagaimana jika sudah terlanjut di upload, kemudian ada revisi, penulis tinggal bikin project baru saja dan di cover diberi tulisan edisi revisi.

Untuk revisi paket berbayar, sebelum buku kami cetak dan upload, file proofreadingnya yang akan kami email terlebih dahulu untuk dilakukan koreksi. Kami berikan waktu 7 hari untuk mengoreksi naskah dalam bentuk proofreading diatas, jika melebihi batas itu naskah otomatis sudah kami cetak dan upload. Jika ada revisi maka penulis harus membayar jumlah cetak revisi yang diinginkan.

Batasan minimal halaman

Untuk minimal naskah upload adalah 100 halaman template untuk paket gratis, dan 80 halaman untuk paket berbayar dengan ukuran menyesuaikan permintaan dari penulis. Sedangkan maksimal halaman untuk paket gratis tidak ada batasan, untuk paket berbayar adalah 100 halaman A4, jika ada tambahan halaman akan dikenakan biaya editing aksara perhalaman 1500,- dan layout sebesar 1500,-

Peran aktif penulis dalam proses promosi

Setelah naskah kami upload, sebaiknya penulis juga aktif lewat social network atau media lain misal web, mailinglist untuk memasarkan bukunya. Dengan aktif dalam mempromosikan, diharapkan buku bisa laku keras di pasaran, dan penulis bisa mendapat untung lebih besar serta karyanya bisa di baca oleh khalayak pembaca.

Jika ada kesulitan dalam mengoperasikan situs yayasan rahmatan fiddunya wal akhirah

Jika ada yang kurang faham bagaimana alur proses dari Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah, bisa ditanyakan ke admin yang online via Ym atau inbox ke yysrahmatanfwa@gmail.com. Untuk lewat telpon bisa mengubungi kantor kami 081297409136


Kantor

Editorial Office :

Direktur Utama : Debi Setiawan M.Kom

Yayasan Rahmatan Fidddunya Wal Akhirah 

Jl. Datuk Tunggul, Kel Teluk Kenidai, Kec Tambang, Kab Kampar, Prov Riau, Indonesia.

Phone : +6281297409136
e-mail : yysrahmatanfwa@gmail.com

Link Maps : Maps Office Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Submit Naskah


 

Untuk pengiriman naskah dapat di kirim melalui link google drive sebagai dengan format terlampir, silahkan klik link Google Form : Disini

Format Buku Ajar





Penulis buku ajar harus dilakukan oleh orang yang memang profesional di bidangnya, misalnya seorang guru, dosen, atau akademisi yang relevan. Hal ini karena menulis buku ajar ini lebih sulit dibandingkan menulis buku lain seperti novel, buku populer, dan lain sebagainya karena diperlukan orang yang ahli.

Selain itu, menulis buku ajar juga harus menerapkan dan memperhatikan kepentingan dunia pendidikan di Indonesia, sehingga tidak hanya membuat buku sebagai bahan ajar, tetapi menulis buku ajar ini juga harus memuat berbagai nilai dan juga menyukseskan tujuan bangsa yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.

Oleh sebab itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menulis buku ajar.

Perkembangan Buku Ajar

Sebelum mulai menulis buku ajar, penulis harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana perkembangan buku ajar saat ini. Saat ini, menulis buku ajar masih sangat bermanfaat dan dibutuhkan mengingat buku ajar masih menjadi panduan baku bagi dunia pendidikan, baik di perkuliahan sebagai buku ajar mata kuliah tertentu.

Sehingga, menulis buku ajar ini harus dilakukan secara spesifik dan terbatas sehingga dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Seiring perkembangannya juga, menulis buku ajar ini saat ini lebih bervariasi, mulai dari bentuk dan juga formatnya. Hal ini disesuaikan karena perkembangan zaman.

Saat ini, banyak penulis yang menulis buku ajar tidak hanya dalam wujud buku saja, tetapi juga bisa menulis di dalam bentuk eBook atau video tutorial yang sangat bermanfaat, apalagi saat masa pembelajaran belum menentu apakah sudah pembelajaran tatap muka (PTM) atau masih pembelajaran jarak jauh (PJJ) seperti saat ini.

Menulis buku ajar ini biasanya dilakukan dosen yang mengampu mata kuliah yang sama, asalkan Garis Besar Program Pembelajaran (GBPP)-nya tidak melenceng jauh dari isi buku ajar yang sudah ditulis oleh dosen lain dan akan digunakan dalam proses pembelajaran mahasiswa ke depannya. 

Menulis buku ajar juga bisa dilakukan oleh ahli dibidangnya, misalnya seorang profesor. Menulis buku ajar ini juga tidak boleh sembarangan. Sudah ada aturan yang diberikan oleh Dit. Litabmas Ditjen Dikti yang berisi tentang bagaimana panduan memberikan program intensif penulisan buku ajar. 

Hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan jumlah buku ajar yang ada di pendidikan tinggi. Selain itu, di dalam program yang sudah dicanangkan oleh Dit. Litabmas Ditjen Dikti tersebut, pihaknya tidak membiayai berbagai proses mulai dari persiapan hingga penerbitan naskah buku. 

Akan tetapi, biasanya Dit. Litabmas Ditjen Dikti hanya menyediakan sejumlah dana insentif bagi penulis yang naskahnya sudah terbit lengkap dengan ISBN. ISBN tersebut biasanya diperoleh dari penerbit yang berkredibilitas atau yang tergabung di dalam Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI). 

Untuk itu, penulis yang ingin menulis buku ajar memang harus mengetahui dahulu bagaimana syarat dan juga skema penulisan hingga penerbitan buku ajar agar tak salah langkah.

Panduan Format Menulis Buku Ajar

Setelah memahami bagaimana perkembangan buku ajar sebagai pedoman menulis buku ajar di zaman seperti saat ini, penulis juga harus mengetahui dan memahami bagaimana panduan menulis buku ajar atau format dalam penulisan buku ajar. Oleh sebab itu, di bawah ini akan dijelaskan mengenai panduan dan format dalam menulis buku ajar.

Penulisan buku ajar ini memiliki aturan baku yang mana format atau panduannya sudah ditentukan oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNESCO. UNESCO menetapkan aturan maksimal ukuran kertas buku ajar yakni A4 (21 cm x 29,7 cm).

Selain itu, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi juga menetapkan aturan minimal ukuran buku ajar yakni dengan ukuran A5 (14,8 cm x 21 cm) yang mana aturan dari keduanya harus ditaati sebagai panduan dalam menulis buku ajar.

Selain aturan ukuran buku, jumlah halaman pada buku ajar juga diatur. Yakni minimal halamannya adalah 49 halaman. Menulis buku ajar juga memiliki aturan yakni buku ajar tersebut harus dicetak dengan baik dan sesuai dengan standar yang ditentukan dan harus memiliki ISBN atau International Standard Book Number yang biasanya didapatkan dari penerbit.

Selain itu, gaya bahasa yang digunakan di dalam buku ajar juga diatur, yakni harus menggunakan gaya bahasa yang semi normal, agar mudah dipahami dan dimengerti oleh pembaca, sehingga pesan yang disampaikan di dalam buku berhasil disampaikan dengan baik dan diterima oleh pembaca.

Tujuan digunakannya bahasa semi normal pada buku ajar adalah agar bahasanya tidak terlalu formal sehingga terkesan kaku. Hal ini karena buku ajar yang digunakan di dalam kegiatan belajar mengajar harus mudah dipahami, sehingga gaya bahasa yang digunakan bisa menggunakan bahasa lisan seperti halnya mengajar di kelas.

Meski demikian, tata penulisan buku pada buku ajar juga harus disesuaikan dengan struktur kalimat SPOK atau subjek, predikat, objek, dan keterangan. Dengan adanya struktur kalimat SPOK tersebut, maka buku ajar juga lebih mudah dipahami dan bahasa yang digunakan tidak bertele-tele sehingga membuat pembaca bingung.

Selain format dan panduan baku tersebut, menulis buku ajar juga harus dilengkapi dengan tujuan instruksional umum (TIU) dan juga tujuan instruksional khusus (TIK). Yang mana baik tujuan instruksional umum (TIU) dan juga tujuan instruksional khusus (TIK) ini sudah harus disesuaikan dengan kompetensi yang disusun sesuai dengan rencana pembelajaran.

Sementara itu, untuk materi yang terdapat di dalam buku ajar dan juga saat menulis buku ajar, penulis harus mengambil beberapa hasil penelitian. Hal tersebut harus dilakukan untuk menambah referensi pengajaran yang biasanya masih sangat dekat atau sangat relevan dengan pokok bahasan pada buku ajar.

Pada buku ajar ini, format penulisannya juga tak jauh berbeda dengan penulisan karya tulis ilmiah (KTI) yang mana di dalam buku ini harus dilengkapi dengan catatan kaki atau footnote, daftar pustaka, dan juga index. Hal ini penting dilakukan agar dalam menulis buku ajar, referensi yang digunakan jelas dan tidak ada unsur plagiasi.

Selain itu, dalam menulis buku ajar, penulis juga harus memahami struktur atau urutan format penulisan, mulai dari bab per bab hingga penulisan sub bab yang perlu diperhatikan tatanan dan format penulisannya, agar pembaca mampu memahami dengan mudah tata urutan di dalam buku ajar.

Dengan demikian, maka pembaca akan lebih mudah menerima isi di dalam buku ajar dan dapat menerapkannya dalam metode belajar mereka dan memudahkan pengajar dalam menyampaikan materi atau bahan ajar.

Struktur Isi Buku Ajar

Setelah memahami bagaimana perkembangan buku ajar saat ini dan bagaimana panduan serta format menulis buku ajar, sebagai penulis buku ajar, penulis harus menulis buku secara sistematis dan tersusun rapi serta runtut dan juga sesuai dengan Garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) atau sesuai dengan silabus yang telah ditentukan.

Hal ini karena materi ajar pada setiap mata kuliah diajarkan sesuai dengan waktunya masing-masing. Sehingga buku ajar harus menyesuaikan penggunaan bukunya. Biasanya, buku ajar ini hanya dipakai pada satu semester saja setiap mata kuliah, sehingga dalam menulis buku ajar, penulis harus berpegang pada silabus yang sudah ditentukan.

Pembagian pembahasannya biasanya dalam satu bab disampaikan dalam satu sampai dua pertemuan tatap muka di perkuliahan. Sehingga biasanya, rata-rata dalam sebuah buku ajar memiliki 6 sampai 12 bab pembahasan, tergantung bagaimana kompleksitas materi yang diajarkan di dalam buku ajar tersebut.

Oleh sebab itu, di bawah ini akan dijelaskan terlebih dahulu bagaimana alur menulis buku ajar sebelum memahami contoh mengenai alur menulis buku ajar. Pada dasarnya, ada lima struktur alur buku ajar yang harus dipahami.

1. Rencana Pembelajaran

Struktur alur dalam menulis buku ajar harus sesuai dengan rencana pembelajaran, yang mana sudah diatur di dalam Permendiknas Nomor 41 tahun 2007 tentang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan sudah disusun untuk membuat kompetensi dasar yang meliputi beberapa elemen.

Selain sesuai dengan Rencana Pembelajaran (RPP), buku ajar juga harus sesuai dengan Garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) atau yang juga disebut sebagai silabus. Di dalamnya terdapat elemen yang harus dimuat di dalam buku ajar. Berikut adalah elemen yang harus dimuat di dalam menulis buku ajar.

Elemen tersebut di antaranya:

– identitas pelajaran

– standar kompetensi

– standar dasar

– indikator pencapaian kompetensi

– tujuan pembelajaran

– materi ajar

– alokasi waktu

2. Terdapat Ilustrasi

Selain harus menyesuaikan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dalam menulis buku ajar, sebaiknya juga harus dilengkapi dengan ilustrasi. Ilustrasi ini perlu dicantumkan sebagai sarana komunikasi visual yang menyertai isi naskah. Biasanya, ilustrasi ini memudahkan pembaca atau mahasiswa dalam memahami pesan teks.

Bentuk ilustrasi pada buku ajar sangat bervariatif. Ada yang berbentuk struktur, skema atau bagan, diagram, tabel, dan masih banyak lagi contoh lainnya. Pentingnya menambah ilustrasi ini secara tidak langsung menuntut penulis untuk pandai memilih ilustrasi yang cocok dan efisien.

3. Disertai Contoh

Di dalam menulis buku ajar, penulis juga harus menyertai materi dengan contoh. Contoh tersebut bisa berupa contoh kasus, contoh soal, dan lain sebagainya. Diberikannya contoh terhadap buku ajar adalah untuk memudahkan pembaca atau mahasiswa dalam memahami teks yang akan disampaikan.

Dengan kata lain, contoh tersebut sebagai analogi untuk memberikan pemahaman logika terhadap suatu tema atau uraian atau topik tertentu pada buku ajar. Dengan adanya contoh, mahasiswa atau pembaca juga lebih mudah memahami materi dan bahkan lebih mudah mengaplikasikan dalam pembelajarannya.

4. Terdapat Studi Kasus

Selain itu, membuat buku ajar yang berkualitas juga harus dilengkapi dengan studi kasus. Studi kasus ini dilakukan dengan beberapa tahapan, mulai teknik pengumpulan data, analisis, teknik identifikasi masalah, hingga treatment dan interpretasi.

Studi kasus tersebut dimasukkan untuk dapat memudahkan pembaca dalam memahami dan menganalisis permasalahan yang kompleks dan tujuannya adalah untuk memperoleh gambaran tentang permasalahan dan memberi sosialisasi guna untuk memperoleh data.

Studi kasus juga berguna untuk memberikan pengetahuan pada mahasiswa tentang apa yang harus dilakukan ketika menghadapi masalah dengan penyelesaian yang sesuai dan tepat.

5. Latihan Soal

Terakhir, dalam buku ajar harus terdapat latihan soal. Saat menulis buku ajar, penulis harus memasukkan struktur yakni latihan soal di dalam buku ajar. Latihan soal di dalam buku ajar ini sangat bermanfaat agar dapat mengetahui kemampuan mahasiswa. Apakah mahasiswa paham dengan materi yang disampaikan, atau tidak. 

Selain itu, latihan soal juga biasanya dibuat dengan berbagai macam cara.Misalnya dengan pilihan ganda, uraian, atau studi kasus yang mana latihan soal tersebut disesuaikan dengan konteks dan segmentasi pembaca. Jika segmentasinya adalah mahasiswa, maka latihan soal bukan jenis soal pilihan ganda.

Susunan Struktur Isi Buku Ajar

Seperti yang sudah dijelaskan pada bagian struktur isi buku ajar sebelumnya bahwa di dalam menulis buku ajar hanya memuat materi pada satu semester yang disesuaikan dengan Garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) atau Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau yang juga disebut silabus.

Berikut adalah contoh susunan struktur isi buku ajar yang bisa dijadikan acuan untuk menulis buku ajar.

1. Judul Buku

Membuat judul buku saat menulis buku ajar ini juga harus menarik dan juga benar serta sesuai dengan apa yang dibahas di dalam materi pada buku ajar tersebut. Judul harus mencerminkan mengenai spesifikasi materi yang akan disampaikan pada buku ajar

2. Prakata

Prakata biasanya berisi ucapan terima kasih penulis kepada pihak-pihak yang membantu lancarnya proses menulis buku, mulai dari menulis buku ajar hingga penerbitan.

3. Bab. I Pendahuluan

Bab pertama yakni pendahuluan ini biasanya membahas mengenai materi di dalam buku ajar yang disampaikan secara singkat serta dilengkapi dengan pendahuluan mengapa buku tersebut ditulis dan maksud dari menulis buku ajar tersebut.

4. Bab. II sampai bab terakhir

Selanjutnya, penulis bisa menuliskan berbagai materi pada bab pertama sampai terakhir yang berisi mengenai rincian dan materi tentang isi pembahasan atau tentang mata kuliah yang ingin disampaikan di dalam buku ajar. Materi pada bab dan sub bab sebaiknya dilengkapi dengan ilustrasi dan juga contoh, baik contoh soal maupun pemahaman.

Dengan demikian, materi yang disampaikan di dalam buku akan lebih dipahami dengan jelas dan juga dapat dipahami dengan mudah oleh pembaca atau mahasiswa.

5. Soal

Setelah semua tertulis, bagian terakhir adalah dengan memberikan soal saat menulis buku ajar. Soal tersebut harus dicantumkan sebagai upaya agar mahasiswa atau pembaca dapat mulai mencoba dan mengerjakan berbagai materi yang sudah disampaikan. Dengan demikian, apa yang disampaikan penulis saat menulis buku ajar dapat diterima dengan baik.

Selain itu, soal yang juga tercantum di dalam buku ajar juga sebaiknya harus sesuai dengan materi yang disampaikan. Soal-soal juga harus disesuaikan dengan Garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) atau Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau yang juga disebut silabus.

Itulah strategi dan juga cara menulis buku ajar dengan baik dan benar. Sehingga sebagai penulis yang ingin menulis buku ajar, harus memahami terlebih dahulu berbagai hal tentang penulisan buku ajar, mulai dari bagaimana perkembangan buku ajar, bagaimana panduan menulis buku ajar, bagaimana format menulis buku ajar, sampai struktur isi buku ajar.

Sumber : D Publish

Format Buku Referensi

 


Pengertian Buku Referensi 

Sebelum mengetahui bagaimana pedoman penulisan buku referensi bagi dosen, maka bisa memahami dulu apa itu buku referensi. Istilah referensi biasanya mengarah pada sumber yang dijadikan rujukan. 

Tidak sepenuhnya salah memang, karena rujukan disebut juga dengan istilah referensi dan salah satu jenisnya adalah berbentuk buku. Namun buku referensi yang akan dibahas disini berbeda dan disusun atau ditulis oleh seorang dosen. 

Buku referensi yang ditulis oleh dosen adalah suatu tulisan dalam bentuk buku yang menyajikan hasil dari serangkaian kegiatan penelitian yang original, mendalam, dan menyeluruh pada satu cabang ilmu.

Buku referensi kemudian menjelaskan mengenai suatu pembahasan yang diambil dari hasil penelitian panjang. Penulis dari buku referensi ini biasanya adalah seorang dosen yang menjelaskan isi dari hasil penelitiannya sendiri maupun penelitian dosen lain di cabang ilmu yang sama. 

Kegunaan atau penggunaan dari buku referensi yang disusun oleh dosen adalah untuk menjadi pegangan dosen dalam mengajar dan melakukan penelitian. Jadi, buku referensi kemudian mendukung dua kegiatan Tri Dharma dosen. Yakni mengajar dan meneliti. 

Berbeda dengan buku referensi yang menjadi rujukan, dimana bisa diakses dan digunakan siapa saja. Buku referensi dari dosen disusun oleh dosen dan digunakan oleh kalangan dosen. Mahasiswa pun tidak menggunakan buku referensi ini untuk kegiatan belajar mereka. 

Ciri-Ciri Buku Referensi 

Supaya lebih memahami lagi apa itu buku referensi, maka berikut beberapa ciri khas yang dimilikinya: 

  • Sumber penulisan isi buku referensi berasal dari hasil penelitian, baik yang dilakukan penulisnya sendiri maupun penelitian yang dilakukan dosen lain. 
  • Dosen menjadi orang yang menggunakan buku referensi, digunakan untuk mendukung kegiatan mengajar dan meneliti. 
  • Alur isi buku referensi disesuaikan dengan alur logika atau urutan keilmuan,  dalamnya juga terdapat peta keilmuan, contoh studi kasus dan ilustrasinya. 
  • Bentuk penyajian buku referensi adalah menggunakan bahasa formal. 
  • Buku referensi berbentuk buku resmi yang dijilid, diberi cover, lalu diterbitkan ke penerbit untuk memiliki ISBN. 
  • Substansi pembahasan di dalam buku referensi yang ditulis dosen adalah membahas satu bidang ilmu saja. 
  • Buku referensi bisa dijadikan pegangan dosen saat mengajar dengan metode pembelajaran yang terbimbing (membutuhkan bimbingan dosen secara langsung). 
  • Buku referensi bisa dijadikan rujukan untuk menulis karya tulis ilmiah seperti buku referensi dan buku ajar, sekaligus menjadi rujukan untuk kegiatan penelitian yang dilakukan oleh dosen. 

Buku referensi yang disusun dengan menyesuaikan pedoman penulisan buku referensi bagi dosen  digunakan untuk ruang lingkup pengajaran dan penelitian. Sehingga buku referensi hanya digunakan oleh para dosen untuk mendukung kegiatannya mengajar dan meneliti. 

Meskipun begitu, buku referensi yang juga memiliki ruang lingkup kegiatan penelitian membuatnya bisa dijadikan rujukan. Yakni rujukan untuk menyusun proposal kegiatan penelitian sampai laporan hasil penelitian yang nantinya akan dipublikasikan. 

Pedoman Penulisan Buku Referensi bagi Dosen 

Pembahasan selanjutnya adalah mengenai pedoman penulisan buku referensi bagi dosen yang mencakup format, struktur, dan tata cara penulisan. Buku referensi masuk ke dalam jenis buku ilmiah sehingga format dan strukturnya harus mengikuti ketentuan. 

Secara format dan struktur, bagian dari buku referensi terbagi menjadi dua yakni bagian luar buku dan bagian dalam buku. Bagian dalam merupakan bagian isi yang terbagi lagi menjadi beberapa bab. Berikut detailnya: 

1. Bagian Luar Buku 

Bagian yang pertama adalah bagian luar buku yang terdiri atas tiga bagian lagi, yaitu: 

a. Cover Depan 

Sebagaimana buku pada umumnya, buku referensi yang ditulis dosen berdasarkan pedoman penulisan buku referensi bagi dosen wajib memiliki cover atau sampul. Cover ini terbagi dua yakni cover depan dan belakang. 

Cover depan adalah sampul yang terdapat di bagian depan berisi identitas buku referensi tersebut. Mulai dari judul, nama penulis, dan juga nama penerbit. 

b. Punggung Buku 

Buku referensi secara umum memiliki 200 halaman sehingga pada saat dijilid memiliki punggung buku. Punggung buku juga mencantumkan identitas buku yang mencakup judul, nama penulis, dan nama penerbit. 

c. Cover Belakang 

Terakhir adalah cover belakang yang merupakan sampul di bagian belakang. Terdapat sejumlah informasi seperti judul, nama penulis, sinopsis, nama dan alamat penerbit, nomor ISBN, dan info tingkatan buku (tingkatan pembaca – pemula atau menengah). 

2. Bagian Dalam Buku 

Bagian kedua dalam pedoman penulisan buku referensi bagi dosen adalah bagian dalam buku yang terdiri dari tiga bagian. Yaitu: 

a. Preliminaries 

Preliminaries merupakan halaman yang memuat bagian-bagian pembuka dari sebuah buku. Isinya ada beberapa halaman khusus yang melengkapi isi buku referensi yang disusun dosen. 

Mulai dari halaman perancis, halaman judul utama, halaman hak cipta, halaman persembahan, halaman ucapan terima kasih, halaman untuk kata sambutan, halaman kata pengantar, halaman prakata, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, daftar singkatan, dan juga halaman pendahuluan. 

Masing-masing halaman yang disebutkan dibuat khusus di satu halaman atau lebih. Sehingga di bagian preliminaries ini terdiri dari beberapa halaman dengan isi yang berbeda-beda sesuai penjelasan tersebut. 

b. Isi Utama Buku

Isi utama buku merupakan batang tubuh buku referensi yang disusun dosen. Pada bagian ini dosen bisa memaparkan hasil penelitian yang menjadi inti pembahasan di dalam buku referensi yang disusun. 

c. Postliminaries

Merupakan bagian penutup yang terdiri dari lampiran epilog, daftar istilah, halaman indeks, dan juga biografi penulis. Bagian penutup isinya tidak jauh berbeda dengan struktur buku pada umumnya. Baik ilmiah maupun non ilmiah. 

Selain mengikuti format dan struktur penulisan dalam pedoman penulisan buku referensi bagi dosen. Dosen juga wajib menulis buku referensi yang memenuhi ciri-ciri buku referensi yang baik. Diantaranya adalah: 

  • Format ukuran buku disesuaikan dengan ketentuan Pedoman Operasional Penilaian Angka Kredit Dosen. Yakni berukuran 15,5×23 cm dan tebalnya paling tidak 200 halaman. 
  • Memiliki ISBN sehingga harus diterbitkan oleh penerbit resmi. 
  • Menggunakan gaya bahasa formal. 
  • Struktur kalimat paling tidak membentuk pola SPOK. 
  • Mencantumkan catatan kaki dan daftar index. 
  • Memiliki kandungan pemikiran, konsep bidang keilmuan, dan penelitian. 

Melalui penjelasan detail tentang pedoman penulisan buku referensi bagi dosen di atas, diharapkan para dosen semakin mudah untuk menyusunnya. Jika sudah tahu bagaimana pedomannya maka proses penulisan bisa lebih lancar. 


Sumber : D Publish